4 Makanan Natal Bersejarah yang Kebanyakan Orang Tidak Makan Lagi

Umat manusia telah merayakan hari raya Natal untuk waktu yang sangat lama bahkan sudah beribu-ribu tahun lamanya. Saat merayakan hari natal, selalu ada satu atau dua makanan tradisional yang dikaitkan dengan perayaan hari natal itu sendiri. 

Menu Natal telah banyak berubah dari masa ke masa. Di bawah ini ada beberapa menu hidangan perayaan natal yang pasti pernah kamu dengar, tetapi beberapa mungkin masih asing di telinga kamu. 

 

Wassail

 

Wassail yang juga memiliki istilah sebagai “Wassailing”, secara tradisional mengacu pada sari berbumbu yang disajikan pada malam kedua belas natal. Awalnya, istilah muncul di abad pertengahan, ketika petani miskin akan mengetuk pintu kastil tuan mereka selama musim dingin dan meminta makanan sebagai imbalan atas ucapan selamat kepada tuan mereka untuk tahun yang akan datang. Makanan tradisional yang diberikan kepada petani tersebut adalah ‘wassail’, minuman hangat berbumbu yang sama populernya di sekitar musim dingin di saat natal.

 

Soul Cake (Kue Jiwa)

 

“Kue jiwa” mengacu pada kue bundar kecil yang biasa dibuat orang umat kristen untuk Halloween dan Natal. Ini adalah tradisi lain yang berasal dari amal musim dingin. Selama Halloween dan Natal, “soulers”, sebagian besar terdiri dari anak-anak yang kurang mampu, dan mereka akan berkeliling sambil bernyanyi dan berdoa. 

Sebagai imbalannya, orang-orang yang tinggal di rumah itu akan membagikan kue-kue jiwa, yang biasanya berupa roti manis yang ditaburi kacang dan buah kering. Kegiatan ini dimulai pada Abad Pertengahan, dan berakhir sekitar tahun 1930-an.

 

Christmas Pottage

 

Christmas Pottage, atau Plum-Pottage, umumnya dibuat dari tahun 1700-an hingga awal 1900-an, dan merupakan resep yang agak aneh. Menurut The Country Housewife and Lady’s Director, sebuah buku masak tua yang ditulis pada tahun 1728, Christmas Pottage dibuat dengan menggabungkan daging sapi rebus, air, anggur, bir, cengkeh, fuli, dan pala dengan apel, kismis, dan plum. Rebusan daging-buah-minuman keras yang aneh ini kehilangan popularitas tak lama setelah era Victoria berakhir.

 

Pie Daging Cincang

 

Beberapa orang, terutama di Inggris, masih memakan pie daging cincang hingga saat ini, namun berbeda dengan daging cincang nenek moyang mereka. Pie daging cincang saat ini biasanya diisi dengan isian daging dan buah kering yang dibumbui, sedangkan pie daging cincang bersejarah dibuat hanya dari daging yang dicincang tanpa dibumbui.

Selama tahun 1700-an, pie cincang adalah simbol dari perayaan Natal. Orang kaya memamerkan pie daging cincang yang mewah di pesta-pesta. Karena mereka sulit dibuat dan membutuhkan banyak waktu dan tenaga, maka ketika kamu menyuguhkan pie daging cincang itu berarti kamu mempunyai banyak uang untuk mempekerjakan juru masak.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.