5 Fakta Luar Biasa Mengenai Mesir Kuno (Ancient Egypt)

Mesir Kuno merupakan tempat yang benar-benar menarik dan menakjubkan. Dunia telah terpikat oleh Mesir sejak Howard Carter pertama kali membuka makam Raja Tutankhamen yang terkenal pada November 1922. Bagaimana mesir tidak mempesona? Mesir memiliki beragam benda-benda bersejarah yang indah dan penuh cerita seperti mumi, piramida, dan juga berbagai macam konspirasi di dalamnya. Mesir juga dikenal dengan dewi kucing, patung-patung indah dan arsitekturnya yang menakjubkan. Di bawah ini adalah ulasan mengenai mesir yang luar biasa:

 

Penemuan Pasta Gigi oleh Masyarakat Mesir Kuno

 

Pasta gigi Mesir kuno umumnya terbuat dari bahan-bahan seperti bubuk kuku sapi, abu, kulit telur yang dibakar, dan batu apung. Pada dasarnya, masyarakat Mesir kuno sangat memperhatikan kebersihan mulut mereka. Bahkan mumi, mereka kubur, disertai dengan tusuk gigi, mungkin agar hantu mereka bisa mengambil makanan dari gigi mereka di akhirat.

Orang Mesir dikenal karena perhatian terhadap kebersihan diri mereka. Sementara peradaban lain dipenuhi kutu dan jarang mandi. Masyarakat Mesir kuno mandi dengan cermat, dan dilakukan setiap hari sekali dan tidak jarang lebih. Mereka juga mencukur habis semua rambut mereka dan mengenakan wig untuk menghindari kutu. Karena kepedulian mereka terhadap kebersihan dan juga penampilan, mereka juga melengkapi penampilan mereka dengan memakai riasan-riasan. Mereka akan melapisi mata mereka, mengaplikasikan eye shadow, blush on, dan lipstik. Riasan ini bukan hanya dilakukan oleh para wanita tapi juga oleh para pria.

 

Piramida Tidak Dibangun Menggunakan Tenaga Budak

 

Walaupun masyarakat mesir rata-rata memiliki budak, namun mereka tidak menggunakan budak mereka untuk membangun piramida seperti yang diyakini oleh banyak orang bahkan hingga saat ini.Orang Mesir memiliki lahan pertanian yang luas di sepanjang bentangan Sungai Nil yang subur. Setiap tahun, selama musim hujan, Sungai Nil membanjiri tepiannya, menyimpan lumpur yang kaya nutrisi ke tanah pertanian. Tentu saja, ini berarti bahwa selama banjir, para petani yang bekerja di lahan tidak bisa melakukan apa-apa dan tidak ada cara untuk mereka menghasilkan uang.  Jadi, mereka mengerjakan apa pun yang telah diputuskan oleh firaun saat ini untuk dibangun. Jadi, buruh yang membangun piramida itu sama sekali bukan budak, tapi petani yang hanya mencari pekerjaan sampingan.

 

Perempuan Mesir Memiliki Hak Yang Sama

 

Di Mesir, tidak semua masyarakat memiliki status sosial yang sama, tetapi itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan gender. Pria dan wanita yang berada di kelas sosial yang sama diperlakukan hampir sama. Tidak seperti bagian lain dunia kuno, wanita di Mesir kuno dapat memiliki, memperoleh, membeli, menjual, dan mewarisi properti.

Mereka tidak membutuhkan wali laki-laki dan memiliki hak asuh penuh atas anak-anak mereka jika terjadi perceraian. Mereka dapat menuntut orang di pengadilan dan dituntut sebagai entitas independen di pengadilan. Bahkan jika wanita menikah dan suami mereka pergi berlibur, maka wanita tersebut akan mengambil alih bisnis keluarga.

 

Masyarakat Mesir Menyukai Segala Jenis Permainan

 

Orang Mesir memiliki sejumlah permainan papan dan dadu yang mereka sukai untuk dimainkan. Nyatanya, itu adalah bentuk hiburan favorit mereka. Tiga permainan terkenal yang dimainkan di seluruh Mesir kuno adalah “Mehen”, “Anjing dan Serigala” (yang sedikit mirip dengan permainan catur), dan “Senet”. Senet adalah permainan yang paling populer bagi masyarakat Mesir kuno.

Para arkeolog menemukan salinan terkubur di Lembah Para Raja beserta pemiliknya yang sudah meninggal, jadi mereka memiliki sesuatu untuk dilakukan di akhirat. Senet adalah permainan peluang yang dimainkan di papan dengan 30 kotak. Setiap pemain akan melempar dadu, dan kemudian memindahkan potongannya ke seluruh papan. Sejarawan tidak begitu yakin dengan aturan permainan ini, namun mereka meyakini bahwa permainan Sanet adalah permainan yang paling populer di Mesir.

 

Masyarakat Mesir Memiliki Hewan Peliharaan Yang Eksotis

 

Masyarakat Mesir memelihara sejumlah hewan domestik dan liar sebagai hewan peliharaan rumah. Menurut mereka, hewan-hewan itu adalah jelmaan para dewa. Mereka memelihara ibis, anjing, singa, babon, monyet, macan tutul, dan, tentu saja, kucing. Hewan peliharaan dinilai sangat penting bagi keluarga Mesir, bahkan tidak jarang dijadikan mumi setelah mereka meninggal.

Masyarakat mesir juga memiliki “hewan penolong”. Petugas polisi Mesir memiliki anjing polisi dan menurut beberapa sumber, bahkan mereka melatih monyet untuk membantu menangkap penjahat dan menyelesaikan kejahatan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.